Tampilkan postingan dengan label Pahala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahala. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Januari 2020

Sahabat dalam Pandangan Islam


Berkata Umar bin Khattab r.a :
"Tidaklah seorang hamba diberi kenikmatan yang lebih besar setelah keislaman, selain sahabat yang shaleh. Maka apabila kalian mendapati teman yang shaleh, peganglah ia erat-erat"
Berkata Imam Syafi'i :
"apabila kalian memiliki teman- yang membantumu dalam ketaatan- maka genggam erat tangannya, karena mendapatkan seorag sahabat itu sulit sedangkan berpisah darinya itu mudah"
Berkata Al Hasan AL Bashri :
"sahabat-sahabat kami lebih kami cintai daripada keluarga dan ana-anak kami, karena keluarga kami mengingatkan kami pada dunia, sedangkan sahabat-sahabat kami mengingatkan kami pada akhirat. Dan sebagai sifat mereka adalah : itsar ( mendahulukan orang lain dalam perkara dunia )"
Berkata Luqman Al Hakim pada anaknya :
"Wahai anakku hendaknya yang pertama engkau usahakan setelah keimanan kepada Allah adalah mencari sahabat yang jujur. Karena ia ibarat pohon, ia akan meneduhimu, bila engkau mengambil buahnya dia akan mengenyangkanmu, dan bila ia tidak memberimu manfaat, ia tidak merugikanmu"
Dalam sebuah riwayat :
"Ketika imam ahmad rahimahullah sakit, sampai terbaring ditempat tidurnya, sahabat beliau, imam syafi'i rahimahullah menjenguknya. Maka tatkala Imam Syafi'i melihat sahabatnya sakit keras, beliau sagat sedih, sehingga menjadi sakit karenanya. Dan ketika Imam Ahmad mengetahui hal ini, Imam Ahmad menguatkan dirinya untuk menjenguk Imam Syafi'i. Ketika beliau melihat imam syafi'i ia berkata : Kekasihku sakit, dan aku menjenguknya maka aku ikut sakit karenanya, kekasihku telah sembuh dan ia menjengukku dan aku menjadi sembuh setelah melihatnya"
Dalam do'a ku. Pintaku pada-Nya :
  • Ya Allah! berikan kepada kami sahabat-sahabat yang shaleh
  • Allah berfirman : ( وسيق الذين اتقوا ربهم إلى الجنة زمرا ) 
"Imam Ibnul Qayyim berkata menafsirkan ayat ini : "Allah enggan memasukkan manusia ke dalam surga dalam keadaan sendirian, maka setiap orang akan masuk surga bersama-sama dengan sahabatnya"
Aku memohon kepada Allah, dengan nama-namaNya dan sifat-sifatNya yang mulia, agar kita menjadi sahabat sejati dalam ketaatan, yang kelak tangan-tangan yang ini akan menggandeng tangan yang lain memasuki surgaNya. Amiiin ya Rabbal 'Alamiin.
Pintaku untuk teman-teman sekalian :
Wahai para sahabat-sahabatku yang shaleh....!
Ingatlah diriku ketika kelak Allah memasukan dirimu ke surga-Nya....!
Gandenglah tanganku agar aku dapat beriring bersama denganmu menuju surga Allah...!
Sekali lagi dari sahabatmu ini mengingatkan agar diwaktu sholat nanti kita perbanyak untuk berdo'a terutama ketika sujud, karena kedekatan seorang hamba dengan Allah adalah ketika ia sujud, panjangkan sujudmu dan perbanyak do'amu, selipkan satu kata namaku dalam do'amu. Bukankah masih banyak hal yang harus kita adukan kepada Rab kita?....
Sahabatku mata yang haram disentuh api neraka adalah yang menetaskan air mata saat berdo'a kepada Rabnya karena rasa takut

Sabtu, 12 Desember 2015

Laki-Laki Dapat Bidadari Perempuan dapat Apa?

Di Surga Laki-Laki Disiapkan Bidadari, Lalu Perempuan Disiapkan Apa Ya?

Posted on 2015-11-08 08:00



Mengapa Allah menjanjikan bidadari kepada laki-laki di surga sedangkan perempuan tidak disiapkan sebagaimana laki-laki (bidadara?)
Hikmah dari hal ini – wallahu a’lam-  sebab laki-laki merupakan pemimpin bagi perempuan. Bila laki-laki dijanjikan semisal ini maka mereka akan lebih semangat dan berupaya dalam mencari akhirat dan tidak adanya kecondongan terhadap dunia yang dapat menghalangi mereka dengan berlomba-lomba menuju kebaikan.
Pada umumnya perempuan akan mengikuti laki-laki. Bila laki-laki (dijanjikan) akan diberikan bidadari di surga, bersamaan dengan itu, Allah juga menjanjikan bagi perempuan yang beriman kebaikan yang besar dan kedudukan yang tinggi di surga. Yaitu perempuan jauh lebih cantik dari bidadari, sehingga terkadang bidadari tidak ditoleh oleh suaminya sedikitpun. Bagi mereka pahala yang menjadikan mereka istri bagi suami mereka yang baik di surga (perempuan di dunia akan mendapatkan suaminya di surga, menjadi suami-istri abadi).
Di surga tidak ada gangguan, perselisihan atau bahaya sebagaimana yang terjadi pada istri-istri di dunia. Bahkan mereka bersatu (hatinya) bersama suami mereka. Walaupun bersama suaminya 1000 perempuan, maka tidak membahayakan serta tidak membuat menyesal dan bersedih. Semuanya berada dalam kebaikan, kenikmataan, kenyamanan dan ketenangan.
Salah satu hikmah sebab laki-laki bertugas mendidik perempuan para istri mereka, dan laki-laki akan diminta pertanggungjawaban terhadap istri mereka. Saat sang istri melakukan kemaksiatan, maka suami juga akan ditanya diakhirat, “Mengapa engkau biarkan istrimu bermaksiat? Mengapa tidak kau didik?”. Dan umumnya perempuan terkadang mengingkari kebaikan suami mereka (sebagaimana dalam hadits) dan bidadari adalah sebagai motivasi serta hiburan bagi para suami dan laki-laki (misalnya semangat berperang dalam jihad).
Oleh sebab itu bila sang istri membangkang dan sulit dididik, maka para suami mempunyai hiburan (harapan) berupa bidadari. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidaklah seorang perempuan menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya di akhirat dari bidadari akan berkata, “Janganlah engkau mengganggunya, semoga Allah membinasakanmu. Sesungguhnya ia hanyalah tamu (sebentar) di sisimu, sebentar lagi ia akan meninggalkanmu menuju kami”
Perempuan juga akan mendapatkan kenikmatan laki-laki yang ganteng, tubuhnya atletis dan penampilan yang sangat menarik. Yaitu suami mereka di dunia (jika suaminya masuk surga). Para suami mereka akan diubah penampilannya menjadi sangat sempurna. Penduduk surga akan menyerupai bentuk bapak mereka nabi Adam ‘alahissalam . Nabi Adam merupakan manusia yang paling sempurna, paling ganteng dan paling sempurna penampilannya sebab langsung diciptakan oleh tangan Allah Azza wa Jalla.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ آدَمَ

“Semua yang masuk surga seperti bentuknya Nabi Adam“
Dalam riwayat yang lain,

إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً لاَ يَبُوْلُوْنَ وَلاَ يَتَغَوَّطُوْنَ وَلاَ يَتْفُلُوْنَ وَلاَ يَمْتَخِطُوْنَ … وَأَزْوَاجُهُمْ الْحُوْرُ الْعِيْنُ عَلَى خُلُقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ عَلَى صُوْرَةِ أَبِيْهِمْ آدَمَ سِتُّوْنَ ذِرَاعًا فِي السَّمَاءِ

“Sesungguhnya rombangan pertama yang masuk surga seperti rembulan yang bersinar di malam purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang paling terang di langit, mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak membuang ludah, tidak beringus….istri-istri mereka adalah para bidadari, mereka semua dalam satu perangai, rupa mereka semua seperti rupa ayah mereka Nabi Adam, yang tingginya 60 hasta menjulang ke langit“
Seperti juga laki-laki, perempuan juga ingin memperoleh pasangan yang paras dan penampilannya indah. Maka para perempuan surga juga akan memperoleh apa yang mereka inginkan di surga. Sebagaimana firman Allah,

لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ذَلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ

“Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah Balasan orang-orang yang berbuat baik” (Az-Zumar : 34)

لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ

“Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya” (Qaaf : 35)
Mungkin ada yang bertanya: “Nanti kalau berubah wajahnya, istrinya tidak kenal”?
Jawabannya : Allah Maha Mampu, logikanya bila kita memiliki kenalan anak kecil (misalnya adik sepupu), parasnya kurang bagus, sesudah bertahun-tahun tidak bertemu, kemudian kita bertemu sekarang dengan keadaan wajahnya yang ganteng. Tentu kita masih ingat si anak kecil tersebut sekarang sudah menjadi pemuda yang gagah.
Mungkin juga ada yang bertanya: “Bagaimana bila perempuan yang tidak punya suami di dunia, atau tidak sempat menikah atau suaminya masuk neraka”?
Jawabannya : Mereka akan dipasangkan dengan laki-laki disurga (misalnya laki-laki yang belum sempat menikah di dunia, jika mereka ridha). Sebab tidak ada yang membujang di surga.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَمَا فِي الْجَنَّةِ أَعْزَبُ

“Tidak ada seorang yang membujang pun di surga”
Tidak ada rasa cemburu dan sakit hati serta perselisihan bagi para istri (laki-laki yang mempunyai lebih dari satu istri, maka di surga dia juga dipasangkan dengan istri-istrinya).
Allah Ta’ala berfirman,
“Dan Kami lenyapkan/hilangkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedangmereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (Al-Hijr : 47)
Semua perempuan dunia yang masuk surga lebih tinggi kedudukannya daripada bidadari, mereka lebih cantik. Bahkan bila amal mereka baik, maka kecantikan mereka mengalahkan bidadari. Bisa jadi para bidadari yang sedemikian cantiknya dalam gambaran Al-Quran dan Sunnah, mereka hanya sebutir pasir di pantai, para bidadari tidak lagi ditoleh sedikitpun oleh suami perempuan tersebut disurga. Oleh sebab itu para perempuan bisa membuat cemburu bidadari disurga sesuai dengan amal dan kepatuhan mereka terhadap suami dalam perkara yang baik.
Copas : kabarislam.com