Sabtu, 16 Januari 2016

positif pacaran dalam islam, ada? asiiik

positive pacaran dalam islam?

Dampak positif Pacaran

      kalian twu gk istilah pacaran itu muncul sejak thun brapa ??? Nah skrng kita cri twu yuuu ...   

       Sesungguhnya, istilah pacaran itu muncul sejak tahun 1970-an sebagai ganti ungkapan tentang muda-mudi yang saling mencintai. Artinya kedua belah pihak ada minat,  Jenjang cinta atau berpacaran ini ditempuh dalam rangka saling menjajagi, mencari, menyesuaikan dan menentukan pilihan yang tepat (wadduh kayak beli sepatu dipasar dong,  harus coba dulu)  sebagai calon pendamping hidupnya yang sejati. Dalam perspektif agama, khususnya Islam, memang diperbolehkan mengadakan pendekatan, penjajagan, pengenalan dan pendalaman kepada lain jenis yang bukan mukhrim. Ini maksudnya untuk saling mengenal (ta\'arruf) baik secara kejiwaan, kedalaman dan pemahaman keagamaan, kecantikan/kegantengan, pekerjaan, gaji, asal keturunan, begitu pula pelaksanaan syariat masing-masing. Tidak ketinggalan juga tentang penyakit, hobi maupun kesukaan. Jika misalnya terjadi kecocokan atau siap saling mengisi dan melengkapi di antara keduanya, maka hal itu bisa berlanjut pada pelamaran atau pertunanganan dan paling bagus secepatnya berlangsung pernikahan. Tetapi melihat, menyaksikan, dan mengamati proses berpacaran pada zaman sekarang ini, pengaruh setan, iblis, emosi dan nafsu sangat dominan mengitarinya meskipun tidak semuanya. 
    
  
         Dalam kenyataan, banyak manusia atau muda-mudi yang menerapkan metode durian dan mangga: sebelum membelinya terlebih dahulu mencium, mencicipi dan merasakannya. Bahkan, ada yang ibarat lemari pakaian: membuka dan menutup dengan bebasnya tanpa rasa melanggar norma, berdosa dan menyakiti. Tragisnya, GRATIS semua itu katanya masih atas dasar cinta, bayar pakai gombaln cinta (lebih mahal yang 80 juta itu ya?). Padahal semua itu bisa mengubur hidup-hidup lawan jenisnya, terutama si gadis/wanita yang selalu menjadi korban. Institusi pacaran yang semacam itu (cie cieee akademisi banget), dalam agama Islam secara dini sudah diantisipasi sebagai tindakan preventif dengan tidak mendekati zina (Ahsiyaaaaappp ustas)...  , yang didahului oleh perintah bagi laki-laki dan perempuan untuk menundukkan pandangannya dan memelihara kehormatannya atau kemaluannya (QS An-Nur: 30-31). 
Bukan hanya itu. Dalam ajaran agama Islam juga ada larangan bagi wanita untuk memperlihatkan perhiasan dan sekaligus perintah mengulurkan kerudung atau jilbab sampai ke dada.
  

        Hal ini dimaksudkan agar lekuk-lekuk tubuhnya tidak sampai memancing rangsangan seks bagi yang memiliki penyakit dalam hatinya. Agama Islam sudah memberi pencegahan seperti itu (mencega lebih baik dari mengobati... Teng tuwengggg penyakit dong) . Sebab biasanya, sifat orang yang berpacaran tersebut suka berpandangan, berpegangan, berduaan, bersepi-sepian, berangkulan, berpelukan, berciuman, berdempetan, bertindihan dan bahkan bersetubuh, lepas dari disadari atau tidak (masak iya sih?) . Karena bujukan dan rengekan kedua makhluk berbeda jenis ini (maksudnya mahluk halus dan mahluk kasar?? Eitssss jenis kelamin berbeda maksudnya) , di antara elektron positif dan negatif terkadang terjadi korsleting kelas ringan sampai kelas tinggi (kalao arus pendenk bisa kebakaran donk?) . Dan kalau sudah terjadi demikian, bagi pihak korban maupun yang mengorbankan (waddaou berarti pacaran butuh ambulance juga ya?  , hanya ada 5 hal saja yang akan terjadi: Pertama, terpaksa dinikahkan sebagai cara penyelesaiannya. Kedua, si gadis sebagai pihak yang dikorbankan akan menuntut di meja hijau. Ketiga, kalau kedua hal di atas tidak tercapai, pihak wanita akan didera tekanan batin, yang salah satunya dapat terjadi bunuh diri atau terlibat amoralitas yang lebih parah. Keempat, pihak perempuan mengambil tindakan pintas dengan cara menghabisi pihak lelaki karena dianggap syiri berdasarkan kehormatan dalam keluarganya. Kelima, menggunakan dukun sebagai pihak ketiga untuk menghukum pihak laki-laki yang dianggap tidak mengerti agama, hukum dan adat istiadat (cinta ditolak dukun bertindak preeet) 
Nah sisi positivenya
1. Pacaran positive zina ( baca : Pacaran positif zina )
2. pacaran positive hamil
3. pacaran posotive bunuh diri. mati donk? iya putus cinta bunuh diri.
4. pacaran positive dosa ( baca : Siapa bilang pacaran tidak boleh? )

wah keren positivenya mantap-mantap.
sekarang terserah anda. mau lanjut atau tidak ada ditangan mu...... asal jangan nyakitin pasanganmu ya ntar kamunya yang mati atau dia yang mati.... ckckckckckck
salam peace!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar